Maaf Bang….
Desember 17, 2010 at 6:43 am Tinggalkan komentar
Fiksi Mini 100 kata Nur Muhammadian
“Maaf bang…Maaf bang…”
“Sejak sadar dia merintih seperti itu”
Mata adikku yang berusia tiga tahun masih terpejam, kepalanya dibalut perban.
”Dia sangat mencintaimu, selalu ingin bersamamu. Motor itu tidak sempat menghindari tubuhnya yang menghambur ke jalan mengejar bolamu”
Mataku panas, berair.
”Setiap kau sekolah dia selalu memainkan bola milikmu.Dia ingin pintar main bola biar kau mau mengajaknya main. Tapi sebelum siang dikembalikannya karena takut kaumarahi kalau kau tahu”
Terbayang sebalku saat adikku memaksa ikut main bola, atau memaksaku main boneka bersamanya. Matanya yang berbinar akan berair saat kubentak.
Air sesalku menetes. Aku ingin mata yang terpejam itu berbinar lagi.
Entry filed under: Tak Berkategori. Tags: .


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed