TENTANG HATI
Ada kontroversi tentang di mana letak akal. Di dalam kepala (otak) atau di dalam dada (Hati). Saya lebih setuju bahwa akal ada di dalam Hati. Karena sebenarnya Hati-lah yang memimpin tubuh. Otak hanyalah pusat kendali motorik dan tempat penyimpanan-pengolahan data, tapi otak tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak. Hati-lah yang menuntun Otak dalam pengambilan keputusan.
16 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
cantigi™ | Oktober 15, 2008 pada 6:13 pm
saya lebih cenderung menyatukan pikiran, hati & jiwa hingga bersinergi optimal dalam perspektif horisontal dan vertikal sekaligus.. ^_^
2.
cantigi™ | Oktober 15, 2008 pada 6:16 pm
salam kenal dari cantigi™
Salam IBSN..
Let’s make this life more meaningful by sharing – every little thing we can do, even it’s only a short sentence. And be a simple man…
3.
heri | Oktober 16, 2008 pada 9:09 am
Assalamualaikum Pak Dian
4.
Ahdan Ramdani | November 6, 2008 pada 9:13 am
Assalamu’alaikum
Salam kenal juga mas, persoalan antara akal dan hati memang kadang membuat kita confused sendiri. Mesti ada sebuah dialog yang panjang dan kajian yang mendalam tentang masalah ini. Pun begitu ini bukan lagi sebuah masalah kontemporer tetapi adalah masalah klasik, yang telah hadir dulu pada jaman kejayaan pemikiran Islam. Sekian lama setelah nabi Muhammad saw wafat. Dulu semejak waktu mu’allimien (sma) di pesantren dulu saya sempat membuat karya tulis mengenai antara akal dan wahyu (hati / intuisi), dan alhamdulillah ternyata jawaban itu mengalir begitu saja ketika kita memahami fungsi dari keduanya. Akal dan hati, ya.. itulah yang membedakan antara manusia dan hewan lainnya. Kalo perlu insya Allah ana posting di blog, memang sangat asyik ketika kita membahas hal tersebut, karena ada beberapa misteri yang menyelimutinya, padalah poin yang dapat kita dapat hanya satu atas kebimbangan mengenai keduanya tersebut. Wallahu ‘alam.
Saya bersyukur karena ciri-ciri ulil albab (Q.S. Ali Imron: 7) ada. Semakin berfikir manusia akan bekal (akal dan hati) yang ia bawa, maka semakin bermaknalah dia di dunia ini. Semua itu saya rasa mas sedang mengalaminya.
Akal & Hati?
Wassalam.
5.
nurma | November 17, 2008 pada 6:55 pm
assalamu’alaikum ^^ kunjungan balik pak, salam kenal.
apa nafs? ruh? aql? qalb? *ditimpuk kamus oxford krn sok tau* )
wah tergantung, yg mana yg anda maksud (kurang detil sih
salam damai pak, just kidding ^^
6.
infowira | Desember 2, 2008 pada 3:08 am
saya lebih senang menjaga keduanya tetap seimbang antara isi kepala dan suara dihati karena dengan keseimbangan inilah akan muncul kesadaran yang paling utama untuk mencerahkan kembali wajah dunia kita masing masing….
salam…
dunianyawira
7.
Dede Tisna KS | Desember 2, 2008 pada 7:55 am
Assalamualaikum…
Mampir yo Mas…
Waah bicara akal… neh? Kalo menurut saya sih yang namanya akal tidak berada di mana2…
Bahkan otak adalah salah satu komponen/unsur akal….
akal adalah pencerapan suatu objek ke dalam otak dengan panca indera dan mengkaitkannya dengan ilmu yang dimiliki. Sehingga dalam proses berfikir memerlukan empat unsur, pertama benda/masalah itu sendiri sebagai objek berfikir, panca indera yang berfungsi mencerap objek ke dalam otak, ma’lumat tsabiqoh (ilmu yang dimiliki), dan otak itu sendiri.
Misal kita ingin membuktikan hal yang sederhana aja…..manisnya benda yang kita hadapi adalah gula ato bukan.
Yang pertama tentu harus ada bendanya sebagai objek yang akan kita pikirkan, kedua panca indera kita, yaitu lidah untuk merasakan bagaimana rasa benda tersebut, manis ato tidak, yang ketiga ada informasi yang sudah kita miliki rasa manis itu seperti apa, dan yang terakhir otak untuk mengolah/ mengkaitkan informasi dan fakta yang kita hadapi. Maka kita akan menyimpulkan/membuktikan bahwa benda tersebut gula ato bukan…
he he….monggo as
8.
septarius | Desember 9, 2008 pada 11:27 am
menurut saya aqal dan hati tempatnya berbeda
aqal untuk berphikir berada di otak dan Rasa ada di hati
eksperimen saya dengan narkoba^^
saat serotonin zat yg meracuni tubuh itu bekerja
aliran darah ke otak terganggu
sehingga otak tidak bisa buat berpikir
saat itulah aqal sama sekali tidak bekerja
tapi di situlah kutemukan rasa
rasa yang murni tidak di campuri aqal sehat
bahagia yg bener2 bahagia
sedih yg tak bisa di bendung ^^
dari sebuah dosa ku temukan hati/rasa
smoga Tuhan mengampuni saya
9.
hmcahyo | Desember 11, 2008 pada 1:00 pm
mohon masukan
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/12/11/ibsn%e2%80%99s-first-e-book-beta-version-mohon-masukan/
10.
cenya95 | Desember 13, 2008 pada 10:46 am
Salam silahturahmi,
semoga sukses
11.
cikmoel | Maret 29, 2009 pada 8:34 am
masalah hati atau otak dak penting dalam mengerjakan sesuatu. yanglebih penting KITA HARUS HATI~HATI JIKA MAIN API
12.
roysemut | April 6, 2009 pada 9:45 pm
.: Kunjungan balik dari semut…. buat semut akal dan hati adalah dua hal yang berbeda dan saling melengkapi. Akal menentukan rasionalitas sesuatu, sedang hati melengkapinya dengan emosionalitas. Uniknya… keduanya kadang suka bertentangan. Sehingga kita sering diminta untuk mengikuti salah satunya…. Hebatnya….. ! :.
13.
tantri | April 14, 2009 pada 6:36 pm
mas di..
pa kabar…?
14.
manshurzikri | November 30, 2009 pada 3:04 am
Kalau boleh saya memberikan pendapat:
Pikiran (akal) adalah senjata paling ampuh yang dimilki manusia. Kekuatan itu tidak ada ukurannya, bahkan sangat Maha Dahsyat (kalau boleh dibilang seperti itu). Kekuatan itu tidak terkira. Akan tetapi kekuatan yang sangat hebat sungguh susah untuk mengontrolnya.
Karena itu ada hati, yang bisa memberikan kita kemampuan untuk mengontrol pikiran.
15.
defrimardinsyah | Januari 18, 2010 pada 11:07 am
Mas Dian,
Mohon bantuan untuk isi dan promosikan kuesioner penelitian saya
http://defrimardinsyah.wordpress.com/2010/01/07/survey-online-dapat-hadiah-usb/
http://www.ebankingsurvey.com/limesurvey/index.php?sid=35685&lang=id
terima kasih
Defri
16.
dani zaekani | Desember 28, 2010 pada 2:50 pm
akal yang mana ?